Rabu, 19 Februari 2014

Langkah Awal Belajar Menggunakan Inventor




Bagi teman-teman yang ingin belajar menggunakan Autodesk Inventor, maka teman-teman sudah melakukan langkah yang tepat dengan mengunjungi blog ini. Kenapa? Karena sebentar lagi saya akan memperkenalkan cara menggunakan Inventor. Baiklah, kencangkan sabuk pengaman anda.
Inventor merupaka salah satu program yang dirancang khusus untuk keperluan bidang tehnik seperti desain produk, mesin, kontruksi dan desain teknik lainnya.  Bagi teman-teman yang sudah pernah menggunakan AutoCAD, maka teman-teman akan mudah untuk menggunakan Inventor . Karena menurut saya Inventor ini seperti penyempurnaan dari AutoCAD. Dan bagi teman-teman yang belum pernah menggunakan AutoCAD, tidak usah berkecil hati karena tutorial yang saya berikan merupakan dasarnya dan akan mudah untuk dipahami.
Pertama, sebelum kita akan mengunakan Inventor, kita harus membuka terlebih dahulu softwarenya pada tombol START>>All Programs>>Autodesk>>Autodesk Inventor. Terserah teman-teman mau pakai versi berapa. Oke, setelah softwarenya sudah terbuka(walau agak lama menunggu) kita langsung saja klik tombol ‘New’ yang iconnya berbentuk kertas kosong.Maka akan muncul  seperti  jendela di bawah ini.

Pada pilihan yang ada di atas, kita memilih metric untuk memulai lembar baru. Disinilah kita akan memulai untuk mendesain sebuah gambar. Namun sebelumnya saya akan jelaskan ada 4 jenis file yang ada di dalam Autodesk Inventor. Diantaranya adalah :
1.       File yang berekstensi .ipt. yaitu file yang berisi komponen atau bagian-bagian yang akan kita gunakan.
2.       File yang berekstensi  .iam yaitu file yang berisi bahasa essembly.
3.       File yang berekstensi  .idw yaitu file yang berisi gambar yang berbentuk 2d.
4.       File yang berekstensi  .ipn yaitu file yang berisi presentasi atau simulasi dari hasil gambar kita.
Setelah jendela terbuka, maka yang kita pilih adalah standard(mm).ipt. Setelah itu pilih OK. Maka akan terbuka lembar kerjanya. Nah pada lembar kerja ini, kita akan bereksperimen pada dua sumbu saja yaitu sumbu XY. Untuk memilih pada sumbu XY, kita dapat mengaturnya melalui jendela yang ada disebelah kiri lembar kerja kita tadi yang disebut sebagai browser bar. Seperti pada gambar berikut.
 
Saya akan menjelaskan hanya sebagian fungsi dari panel bar ‘sketch’ lebih tepatnya pada bagian constrain. Oke langsung saja.
1.       Perpendicular.
Fungsi tombol ini adalah membuat 2 buah garis yang bersinggungan membentuk sudut tegak lurus sebesar 90 derajat.
2.       Coincident.
Berfungsi untuk membuat dua buah garis yang berjauhan menjadi saling bersinggungan.
3.        Collinier.
Berfungsi untuk membuat dua buah garis yang terpisah saling berhimpit.
4.        Concentric.
Berfungsi untuk membuat dua buah lingkaran atau lebih menjadi satu titik pusat.
5.       Fix.
Untuk mengunci sebuah bidang agar tidak berpindah-pindah lagi.
6.       Parallel
Untuk membuat dua buah garis saling sejajar.
7.       Horizontal.
Untuk membuat sebuah garis yang miring di sejajarkan secara horizontal.
8.       Vertical.
Untuk membuat sebuah garis yang miring di sejajarkan secara vertical.
9.       Tangen
Untuk membuat sebuah garis bersinggungan dengan busur.
10.     Mirror.
Untuk meyamakan dua buah garis dengan bidang tengahnya sebagai mirror.
11.   Equal.
Untuk menyamakan ukuran kedua objek.
Oke, sekian dulu postingan saya semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan langsung tinggalkan commen aja. Thank You.